Bahan Bakar Pertama Api Neraka

api

Muawiyah berkata,
” Allah dan Rasul- Nya benar. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia ini tidak dirugikan. Mereka itulah orang- orang yang tidak memperoleh di akirat kecuali neraka, dan lenyaplah di akirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia serta sia- sialah apa yang telah mereka kerjakan.”

Segala risalah yang dibawa oleh Rasulullah tidaklah pernah salah, segala ucapan beliau tidak pernah dusta. Wahyu yang telah turun akan tetap terjaga dan dijaga hingga akhir jaman. Hanya orang- orang yang beriman yang berpegang teguh terhadap risalah tersebut secara murni dan konsekuen, kelak akan mendapatkan kenikmatan di sisi Allah dengan selamat. Tinggal bagaimana kita menjaga risalah tersebut dan mengamalkannya dengan hati yang tunduk patuh sami’na wa ato’na (kami mendengar dan kami taat) ataukah sami’na wa ashoina (kami mendengar dan kami melanggar ).

(Di kutip dari kitab Fathul Majid pada bab seseorang yang beramal karena tujuan dunia termasuk syirik) Ibnu Jarir menyebutkannya lengkap dengan sanadnya, kemudian ia menuturkan hadist  Abu Hurairah dari Ibnu Al Mubarak dari Haiwah bin Syuraih. Ia berkata, “Al Walid bin Abi Al Walid Abu Ustman bercerita kepadaku, bahwa Uqbah bin Muslim berbicara dengannya, dan juga bahwa Syufai bin Mati’ al Ashbai berbicara dengannya, bahwa ia datang ke Madinah dan ternyata ada seorang laki- laki telah dikerumni orang- orang, lalu ia berkata, “Siapa ini?
Orang- orang menjawab, “Abu Hurairah.”
Ia berkata, “Lalu aku mendekatinya sehingga aku duduk di depannya. Ia sedang menyampaikan hadist.

Ketika Telah diam dan sepi aku berkata, “Aku bersumpah kepadamu dengan sebenarnya, kiranya kamu bersedia bercerita kepadaku suatu hadits yang kamu dengar dari Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang kamu memahaminta dan mengetahuinya.”

Ia berkata, “Abu Hurairah berkata, ‘Akan aku lakukan, sungguh aku akan memberitahu kamu suatu hadits yang Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berbicara kepadaku tentangnya di rumah ini tanpa ada orang lain selain aku dan beliau.

Abu Hurairah menangis tersedu- sedu, kemudian berhenti dan berkata, “Sungguh aku akan bercerita kepadamu tentang hadits yang dikatakan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam kepadaku di rumah ini, tidak ada didalamnya selain aku dan beliau.” Kemudian Abu Hurairah menangis lagi, dan menundukkan wajahnya.

Tangisnya semakin keras dan lama, kemudian berhenti dan berkata, “Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bercerita kepadaku, ‘Sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta’ala pada hari kiamat akan turun kepada ahli kiamat untuk mengadili mereka. Setiap umat merendah berlutut, dan orang yang pertama dipanggil adalah orang yang mengumpulkan (membaca, menghafal dan mengamalkan) Al Qur’an, orang yang terbunuh di jalan Allah dan orang yang banyak harta.”

Lalu  Allah Tabaraka Wa Ta’ala berkata kepada pembaca (Al Qur’an), ‘Bukankah Aku telah mengajarkan kepadamu apa yang Aku turunkan kepada Rasul- Ku?‘ Orang itu menjawab, ‘Benar wahai Tuhanku.’ Allah berkata, ‘Lalu apa yang kamu perbuat dengan apa yang kamu ketahui?‘ Ia menjawab, ‘Aku shalat pada malam hari dan siang hari.‘ Maka Allah berkata kepadanya, ‘Bohong kamu.’ Malaikat pun ikut berkata kepadanya, ‘Bohong kamu.’ Allah berkata kepadanya, ‘Akan tetapi kamu ingin dikatakan: Fulan adalah ahli baca (Al Qur’an), dan itu telah dikatakan.

Lalu didatangkan orang yang memiliki banyak Harta, lalu Allah berkata kepadanya, ‘Bukankah Aku telah memberikan kelapangan untukmu dan Aku tidak meninggalkan kamu begitu saja sehingga kamu membutuhkan orang lain selain- Ku?’ Ia menjawab, ‘Benar wahai Tuhanku.’ Allah berkata,, ‘Lalu apa yang kamu lakukan dengan apa Aku karuniakan kepadamu?’ Ia menjawab, ‘Aku menyambung persaudaraan dan bersedekah.’ Maka Allah berkata, ‘Bohong kamu.’  Malaikat pun ikut berkata kepadanya, ‘Bohong kamu.’ Allah berkata, ‘Akan tetapi kamu menginginkan supaya dikatakan: Fulan penderma, dan itu telah dikatakan.’

Lalu didatangkan orang yang terbunuh di jalan Allah dan dikatakan kepadanya, ‘Karena apa kamu terbunuh?’ Ia menjawab, ‘aku telah diperintah dengan berjihad di jalan Engkau, lalu aku berperang sehingga aku terbunuh.’  Maka Allah berkata, ‘Bohong kamu.’  Malaikat pun ikut berkata kepadanya, ‘Bohong kamu.’ allah berkata kepadanya, ‘Akan tetapi kamu menginginkan supaya kamu dikatakan: Fulan adalah pemberani, dan itu telah dikatakan.’

Kemudian  Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menepuk kedua lututku sambil berkata, ‘ Wahai Abu Hurairah, tiga orang itulah makhluk Allah pertama yang dijadikan bahan bakar api neraka pada hari kiamat.'”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s