Nimsh (Membuang Bulu Wajah)

Sahabat-Alis

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia.Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. 59:7)

Menurut sebagian ulama, nimsh adalah membuang seluruh bulu di wajah. Menurut sebagian ulama yang lain, nimsh adalah mencukur alis perempuan dan, lebih terperinci lagi, menipiskannya tanpa membuang semua bulu wajah. 

Pendapat kedua ini dinyatakan oleh Aisyah Radhiallahu Ta’ala ‘Anha dan ia lebih mengetahui persoalan ini.

Nimsh hukumnya haram, baik untuk menampakkannya pada suaminya maupun pada orang lain, baik dengan izin suami maupun tanpa seizinnya.

Diriwayatkan dalam sebuah hadits:

أَنَّ النَّبيَّ صلَّي اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ النَّامِصَةَ وَالْمُتَنَمَّصَةِ

“Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melaknat orang yang membuang bulu wajahnya dan orang yang diminta untuk membuang bulu wajahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika perbuatan tersebut merupakan pengubahan terhadap hakikat ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka perbuatan tersebut hukumnya haram bagi orang yang membuangnya dan orang yang dibuang bulunya.

Meskipun Allah dan Rasul- Nya melaknat orang yang melakukannya, kita melihat -dengan sangat menyesal- telah menjamurnya hal itu pada perempuan- perempuan muslimah, bahkan sebagian darinya adalah perempuan- perempuan yang memakai hijab, hingga perempuan yang tidak melakukannyanya akan dilecehkan dan diejek.

Dinukil dari buku “Fiqih Sunnah Wanita”, karya Abu Malik Kamal, Bab VI dalam ‘Pakaian dan Perhiasan’.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s