PILIHAN ALLĀH YANG TERBAIK

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Yang terbaik adalah pilihan Allāh, الْخَيْرُ خِيْرَةُ اللّهِ (al khayr khīratullāh)

Sesunguhnya yang lebih mengetahui tentang kemaslahatan kita adalah Pencipta kita.

Dialah yang telah menciptakan kita dan mengetahui apa yang terbaik buat kita.

Yang mengetahui hal yang ghāib tentang masa depan, Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

أَلاَ يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ

“Tidakkah yang menciptakan lebih mengetahui tentang apa yang Dia ciptakan?

Dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

(QS. Al-Mulk: 14)

Kita terkadang berencana, menurut perasaan & perkiraan kita, ada sesuatu yang kita anggap terbaik bagi kita sehingga kita berusaha untuk meraihnya.

Namun setelah berusaha ternyata gagal, tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan.

Atau terkadang ada musibah yang menimpa kita yang membuyarkan cita-cita kita.

Namun ingatlah ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta’āla,

Jika seorang hamba telah berusaha dan telah berdo’a, maka yakinlah apa yang Allāh takdirkan itulah yang terbaik bagi dia.

Kenapa?

الْخَيْرُ خِيْرَةُ اللّهِ

(al-khayr khīratullāh),
“Yang terbaik adalah yang pilihan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.”

Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qurān :

و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allāh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

(QS. Al-Baqarah: 216)

Dalam ayat yang lain kata Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allāh menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”

(QS. An-Nisā 19)

Bisa jadi kalian membenci istri-istri kalian, akan tetapi dibalik kebencian kalian, Allāh menghadirkan banyak kebaikan (shālihāh).

Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah memberikan beberapa contoh dalam Al-Qurān tentang pilihan Allāh adalah yang terbaik yang terkadang di luar imajinasi, perkiraan atau khayalan kita.

Contohnya seperti kisah Nabi Yūsuf ‘alayhissalām.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan dalam Al-Qurān tentang kisah Nabi Yūsuf yang sangat luar biasa.

Kata Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

نَحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ أَحۡسَنَ ٱلۡقَصَصِ

“(Wahai Muhammad) Kami kisahkan kepada engkau kisah yang terbaik.”

(QS. Yusuf: 3)

Kisah siapa?

Kisah Nabi Yūsuf yang penuh dengan perkara yang menakjubkan.

Bagaimana Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan anugerah kepada Nabi Yūsuf dalam bentuk ujian-ujian.

Oleh karenanya kata para ulama, diantaranya Ibnul Qayyim rahimahullāh, terkadang Allāh berikan anugrah & karunia dalam bentuk ujian.

Dan ini yang pernah dialami oleh Nabi Yūsuf ‘alayhissalām.

Kita tahu bagaimana Nabi Yūsuf akhirnya menjadi seorang Al-‘Azīz, seorang mentri yang mulia, yang dimuliakan, yang dihormati oleh penduduk negri Mesir.

Bagaimana ceritanya Nabi Yūsuf ‘alayhissalām bisa menjadi seorang yang mulia?

Ternyata dengan berbagai macam ujian. Dari awal ujian Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah sebutkan dalam kisah Surat Yūsuf.

• Ujian Pertama•

Tatkala saudara-saudara Nabi Yūsuf hasad kepada Nabi Yūsuf, kemudian mereka melemparkan ke dalam sumur, ini ujian pertama, namun Nabi Yusuf sabar menghadapinya.

Dipisahkan dari ayahnya, Nabi Ya’qūb ‘alayhissalām yang sangat mencintai Nabi Yūsuf.

Sehingga membuat sedih sang ayah dan juga Nabi Yūsuf ‘alayhissalām.

Ayah yang mencintai, mengayomi dan membelanya selama ini harus terpisah dari dia, diuji oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla dilemparkan ke dalam sumur.

Tapi ternyata ini adalah anugerah tetapi memang ceritanya harus berupa ujian-ujian .

• Ujian Kedua •

Kemudian yang kedua, setelah itu Nabi Yūsuf diselamatkan oleh orang yang datang dan lewat ingin mengambil air dari sumur, mereka melihat Nabi Yusuf.

Bukannya Nabi Yusuf diselamatkan kemudian dibebaskan, malah dijadikan budak untuk dijual.

Bayangkan, seorang yang merdeka dijadikan budak, jadi barang dagangan untuk dijual.

Ini musibah kedua yang dialami Nabi Yūsuf ‘alayhissalām.

Akan tetapi ternyata, justru tatkala Nabi Yūsuf menjadi budak inilah merupakan langkah menuju kebahagiaan.

Nabi Yūsuf dibeli oleh pembesar negri Mesir, kemudian dirawat di istana mereka, akhirnya tumbuh menjadi seorang pemuda yang sangat tampan.

• Ujian Ketiga •

Kemudian Nabi Yūsuf dirayu oleh sang permaisuri yang mengajaknya berzina.

Nabi Yūsuf ‘alayhissalām menolak dan akhirnya dipenjara, ini ujian berikutnya.

Bayangkan, ujian setelah ujian.

Nabi Yūsuf bersabar dalam penjara tersebut dan tidak lama kemudian datanglah dua orang yang ingin ditafsirkan mimpinya.

Setelah menafsirkan mimpi ke-2 orang tersebut, kemudian Nabi Yūsuf mengatakan bahwa salah satunya akan dibunuh dan yang lain akan selamat akan menjadi pelayan sang raja dan akan menuangkan minuman bagi sang raja.

Kemudian, kata Nabi Yusuf kepada salah seorang penghuni penjara yang menurut beliau akan selamat:

وَقَالَ لِلَّذِي ظَنَّ أَنَّهُ نَاجٍ مِنْهُمَا اذْكُرْنِي عِنْدَ رَبِّكَ

“Jangan lupa kau sebut-sebut kebaikanku di sisi tuanmu (raja).”

(QS. Yūsuf : 42)

Apa maksud Nabi Yūsuf ‘alayhissalām?

Agar jika sang raja tahu bahwasanya Nabi Yūsuf adalah seorang yang shālih yang bisa menafsirkan mimpi maka Nabi Yūsuf akan dibebaskan dari penjara.

Akan tetapi apa kata Allāh Subhānahu wa Ta’āla?

فَأَنسَٮٰهُ ٱلشَّيۡطَـٰنُ ذِڪۡرَ رَبِّهِ

“Maka syaithān menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yūsuf) kepada tuannya.”

(QS. Yūsuf : 42)

Ternyata Allāh mentaqdirkan lain, orang yang telah selamat ini lupa untuk menyebutkan kebaikan-kebaikan Nabi Yūsuf di sisi sang raja.

Akhirnya bertambah lagi bertahun-tahun Nabi Yūsuf harus dipenjarakan karena orang itu lupa.

Subhanallāh, ini musibah dan ditambah dengan musibah, karena kelupaan orang tersebut.

Akan tetapi ternyata Allāh punya skenario/cerita yang lain, ternyata kelupaan orang ini adalah anugerah.

Sampai kapan?

Sampai akhirnya sang raja sendiri yang bermimpi.

Di dalam mimpinya, dia melihat tujuh ekor sapi gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus dan ada sunbulat (bulir gandum) yang kering dan sunbulat yang hijau.

Sang raja akhirnya bertanya:

“Siapakah yang bisa menfasirkan mimpiku?”

Ternyata tidak ada yang mampu. Tatkala itu ingatlah pelayan raja yang telah dibebaskan dari penjara.

Kata Allāh:

وَٱدَّكَرَ بَعۡدَ أُمَّةٍ أَنَا۟ أُنَبِّئُڪُم بِتَأۡوِيلِهِۦ فَأَرۡسِلُونِ

“Aku akan memberitakan kepadamu tentang|orang yang pandai) mena’birkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).”

(QS. Yūsuf : 45)

Ternyata Allāh menjadikan orang ini baru ingat tatkala sang raja yang bermimpi langsung.

Maka kemudian Nabi Yūsuf ‘alayhissalām menafsirkan mimpi sang raja, baru ketahuanlah bahwa Nabi Yūsuf ‘alayhissalām adalah orang yang hebat.

Maka akhirnya Nabi Yūsuf diangkat menjadi seorang mentri yang mulia.

Lihatlah berbagai macam ujian yang dihadapi Nabi Yūsuf, ternyata semua itu kesimpulannya adalah anugrah/karunia.

Allāh ingin mengangkat Nabi Yūsuf menjadi seorang raja, bahkan bukan cuma itu, akhirnya Nabi Yūsuf bisa mendatangkan ayah dan keluarganya untuk dipindahkan ke Mesir, dari kehidupan yang sulit menjadi kehidupan yang lapang.

Ini adalah anugerah yang luar biasa, akan tetapi ceritanya tidak seperti yang kita bayangkan.

Tidak semua anugerah datang dalam keadaan penuh kenikmatan.

Anugrah yang dialami oleh Nabi Yūsuf ternyata malah melewati berbagai macam ujian.

Oleh karenanya, jika kita terkena musibah dan jika kita sudah berusaha dan berdo’a ternyata ada sesuatu hal yang membuyarkan cita-cita kita, tidak sesuai dengan keinginan kita, maka yakinlah bahwa di balik segala sesuatu pasti ada hikmahnya.

Terkadang hikmah tersebut Allāh buka seketika itu juga atau terkadang setelah bertahun-tahun atau bahkan terkadang tersembunyi tidak ada yang tahu, hanya Allāh akan tampakkan di akhirat kelak.
Allāh menghendaki kebaikan bagi hamba-hamba-Nya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s