Boleh Jadi Popularitasmu Merupakan Pintu Keburukan Untukmu…

 
Wahai para penuntut ilmu…

Jangan kalian mengejar popularitas dan ingin dikenal oleh banyak orang…

Namun teruslah bersemangat untuk lebih mengenal Allah, habiskanlah usiamu untuk mendekatkan dirimu dengan Allah… jika ternyata (kedekatanmu dg Allah) menjadikanmu terkenal, maka itu adalah taqdir yg sepenuhnya berada di tangan Allah… dan Allah itu maha bijaksana lagi maha mengetahui.

Bisa jadi kebaikanmu adalah ketika kamu meninggal dalam keadaan tidak populer… Bisa jadi tingginya surgamu kelak adalah karena ketika kamu meninggal, kamu bukan orang terkenal… Dan bisa jadi pula, popularitasmu merupakan pintu keburukan untukmu…

(Syekh Prof. Dr. Sulaiman Arruhaily -hafizhohullah-)

Iklan

Mengambil sanad qira’ah Al Quran penting, kenapa?

A. Z. Muttaqin – Jum’at, 25 Jumadil Awwal 1437 H / 4 Maret 2016 19:07

Mengambil sanad qira'ah Al Quran penting, kenapa?

RIAU (Arrahmah.com) – Mengambil sanad qira’ah dari seorang pakar atau syeikh penting, agar bacaan tilawah sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallalahu alaihi wa Sallam. Dikutip dari Republika, Pimpinan Pondok Quran Ustaz Hery Saparjan menjelaskan hal itu saat mengisi kajian bertajuk kajian Taklim Qurani di Masjid Raya Annur, Provinsi Riau beberapa waktu lalu. Baca lebih lanjut

Ketika Cintamu Diuji

​Bismillahirrahmanirrahim,

“…Dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu), dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis, dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan…”- (An-Najm: 42-44)



Wahai insan istimewa pilihan Allah yakni insan yang sedang diuji….
Berbahagilah bila cobaan yang datang seakan menyesakkan dadamu. 

Bukan Allah tidak peduli padamu…

Bukan Allah hendak menyiksamu…

Bukan Allah sudah tidak melihat usaha dan doa-doamu…

Baca lebih lanjut

SEPENGGAL KISAH DI BAWAH LANGIT KOREA

“Akhirnya Ibuku Memeluk Islam”

Aku telah memeluk Islam sejak empat tahun yang lalu di Korea. Dan saat ini aku sedang menempuh studi di negara arab. Alhamdulillah, hanya saja aku menghadapi berbagai problem belajar, karena sebelumnya aku belum pernah belajar bahasa arab . Aku tidak bisa memahami apapun di dalam kelas, ditambah lagi aku tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa arab, karena itulah aku belajar dengan sungguh-sungguh. Baca lebih lanjut

Suatu Hari Di Rumah Rasulullah (Bagian 3)

 

Bergaul dengan Istri

 Dalam keluarga kecil, istri merupakan tempat berteduh, ketenangan dan ketentraman.

Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Dunia semuanya adalah kesenangan dan sebaik- baik kesenangan dunia adalah istri shalihah (Shahih al Jami’ as Shaghir)

Di antara kebaikan akhlaq Nabi Sallallahu alaihi wa sallam dan pergaulannya yang baik adalah beliau memanggil ummul mukminin dengan nama kesayangan, dan memberinya kabar yang sangan menyenangkan hati.

Aisyah Radhiallahu anha berkata, “Pada suatu hari Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai Aisyah, ini Jibril mengucapkan salam kepadamu” (Muttafaq alaih) Baca lebih lanjut

Tahapan Menuntut Ilmu Syar’i

Oleh: Syaikh Dr. Ismail Al Ghasab

Tidak diragukan lagi bahwa menuntut ilmu termasuk amal shaleh yang paling agung untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Sebagaimana yang dikatakan oleh ulama, bahwasanya ibadah (untuk mendekatkan diri kepada Allah) yang paling Agung setelah melaksanakan hal-hal yang fardhu adalah menuntut ilmu.

menuntut ilmu merupakan dasar amalan Oleh karena itu wajib bagi setiap muslim untuk mempelajari agamanya sehingga dia menyembah Allah ta’ala didasari ilmu. Penuntut ilmu bila ingin belajar, wajib untuk belajar secara bertahap. Dia bisa mulai dengan kitab-kitab yang dasar kemudian naik ke tahapan selanjutnya. dia juga wajib untuk mempelajari seluruh disiplin ilmu agama bila dia ingin dijadikan oleh Allah penuntut ilmu yang berguna bagi masyarakat luas.

Baca lebih lanjut

Suatu Hari Di Rumah Rasulullah (Bagian 2)

Putri- Putri Rosululloh Solallohu alaihi wasallam 

Di masa jahiliyah, kelahiran anak wanita merupakan suatu hari yang kelam bagi kehidupan kedua orang tuanya. Bahkan dalam kehidupan keluarga dan kabilah,  hal ini menyebabkan mereka mengubur anak perempuan hidup-hidup karena khawatir mendapat aib dan mengubur anak wanita hidup-hidup berjalan dengan cara yang keji dan kejam, tidak ada tempat bagi kasih sayang dan kecintaan.

Anak wanita dikubur dalam keadaan hidup dan mereka menggunakan berbagai macam cara dalam kejahatan ini, diantara cara yang mereka lakukan adalah, apabila ia dikaruniai anak wanita, ia membiarkannya hingga sampai berumur 6 tahun kemudian setelah itu ia berkata kepada ibunya, “Dandani dan hiasilah ia, karena aku akan membawanya ke rumah paman- pamannya”, padahal  ia telah menggali lubang di padang pasir untuknya. Setelah sampai ke lubang tersebut ia berkata kepada putrinya, “Lihatlah ke dalam lubang”,  lalu ia mendorongnya kemudian mengurutknya dengan tanah dengan kasar dan kejam. Baca lebih lanjut